Zuriat/anak-anak : Punca kebahagiaan berkeluarga @ Faktor ke neraka?

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” [al-Furqan 25:74]

Begitulah doa yang sepatutnya setiap dari kita memohon kepada Allah agar terjamin kehidupan di akhirat kelak.

Pilihan untuk mendidik anak-anak terletak di tangan kedua-dua ibu bapa. Terpandang buku bertajuk “Shalih/Shalihah Sejak dari Rahim” menggambarkan betapa pentingnya tarbiyah/didikan terhadap anak-anak even sejak dalam rahim ibunya lagi.

Lapan bulan berada di alam rumah tangga mungkin terlalu ‘setahun jagung’ untuk saya bercerita perihal anak-anak. Namun, persediaan ke arah itu bagi saya adalah amat penting. Impian untuk membentuk dan melalui kehidupan keluarga sakinah/bahagia menjadi matlamat dalam berumah tangga, sekaligus mudah-mudahan mampu meraih redha Allah s.w.t.

 

“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.

Suka ingin saya kongsikan apa yang dapat dari hasil pembacaan buku-buku ilmiah:

Embrio sudah mempunyai Otak Sejak Usia 16 Hari (2minggu lebih)

“Walaupun begitu, otak ini masih sangat sederhana dan sukar dikenalpasti. Pada awal pembentukan ini, sel saraf pusat masih berupa lembaran lembut dan sederhana yang letaknya di ruang bahagian atas kepala. Sampai hari ke-24, bahagian yang menjadi bakal otak akan menonjol bentuknya dan akan berkembang pesat menjadi otak. Otak ini kemudian semakin mengalami penyempurnaan seiring dengan perkembangan bahagian tubuh lainnya.”

Subhanallah, mana mungkin hakikat kebesaran Allah ini dinafikan mereka yang tidak mempercayai Allah. Dalam pada seorang wanita yang mengalami perkembangan janin dalam rahimnya, pasti ada beribu berjuta lagi wanita lain di atas muka bumi ini yang melalui perkara yang sama. Apa mungkin perkara ini terjadi secara tiba-tiba? Pasti ada satu kuasa yang amat hebat disebalik proses kejadian yang menakjubkan ini… itulah Allah Subhaanahuwa Ta’ala.

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun (tua nyanyuk), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

[al-Hajj 22:5]

Didiklah anak sehingga menjadi punca kebahagiaan dunia akhirat, bukannya jalan untuk ke neraka.

Wallah a’lam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Days I Wrote..

February 2012
M T W T F S S
« Jan   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  
%d bloggers like this: