Gelombang Korea, Idol means berhala??

I have nothing to say about that, tepuk dada, tanya iman. Kalau iman tak kata apa-apa, then there’s something wrong with you and Allah. Since iman letaknya di dalam hati yang mungkin telah diselaput “kegelapan hiburan dunia yang melalaikan”. Istighfar…

Nabi Ibrahim sering disebutkan namanya di dalam al-Quran sebagai contoh dan teladan manusia. Baginda menyampaikan risalah Allah kepada umatnya yang menyembah berhala (idol) dan mengingatkan mereka agar takut kepada Allah.

Pada zaman Nabi Ibrahim, kaumnya menyembah langit, bintang-bintang dan bulan, serta berbagai berhala. Pada zaman ini? Ditakuti, ‘idol’ yang disembah manusia adalah artis-artis Korea… Anda sedar perkara ini? Remaja terutamanya dan tak terkecuali golongan yang lebih tua juga mula menyukai bintang-bintang ternama dari Korea, pelakon drama dan bermacam-macam kumpulan mahupun artis individu yang digelar Artis Gelombang Korea (Hallyu Star).

Fenomena yang semakin menjadi-jadi ini, terutama sekali apabila Hallyu Star membuat konsert jelajah ke seluruh Asia malah dunia, dapat dilihat stadium akan dipenuhi oleh peminat-peminat tegar mereka. Bagi yang tak dapat hadir kerana kekangan masa, jarak, kewangan dan keadaan, mereka mampu menangis meratap sedih! Rasanya tak keterlaluan sekiranya saya mengatakan remaja-remaja ini (terutamanya) telah menghambakan diri kepada artis-artis yang ‘mantop’ itu. “Demi mereka, sanggup lakukan apa saja”

Hamba idol vs. Hamba Allah

Mungkin ada yang masih menjaga rutin ibadahnya disamping meminati Hallyu Stars ini…. Tengok segala drama sehingga melambat-lambatkan solat (lebih teruk lagi terus ditinggalkan) bukankah itu seperti menduakan Allah? Sedangkan Allah tidak redha diperlakukan begitu oleh hamba-hamba yang diberikan rezeki setiap hari tanpa meminta apa kira balasan pun.

Memetik doa Nabi Ibrahim dan orang-orang yang mengikutinya ketika mereka berpisah dengan kaumnya dan beranjak pergi menuju Allah swt.

“Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.”

[al-Mumtahanah 60: 4]

Ali bin Abi Thalhah ada berkata, “Janganlah Engkau mencampurkan kami dengan mereka sehingga mereka memfitnah kami,” [Ibnu Kathir, 1999: 1101-1102]

Akhir kata:

Saya percaya pasti ada yang tidak bersetuju dengan perkara ini, mungkin ada juga yang  berasa berat untuk mengakuinya. Jika anda juga beragama Islam, “Islam itu nasihat” bersederhanalah, hiburan itu tidak salah. Tetapi apabila ia dah masuk unsur syirik (sama ada kecil atau besar) itu yang menjadikannya haram, membuatkan Allah marah, takut2 end up di neraka. Mungkin antara kita tidak nampak apa salahnya… I have nothing to say about that, tepuk dada, tanya iman. Kalau iman tak kata apa-apa, then there’s something wrong with you and Allah. Since iman letaknya di dalam hati yang mungkin telah diselaput “kegelapan hiburan dunia yang melalaikan”. Istighfar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Days I Wrote..

May 2011
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d bloggers like this: