Internet vs. internet

Recently I got three special visitors from ‘KL’. I was so glad, that I could fly to the sky! – okay, that was exaggerating. But yes, alhamdulillah finally they managed to arrived here in my hometown after some years we’ve known each other. (Smile)

And so we chatted and shared experiences and so forth, until there was this topic of what Abu Saif  wrote in his blog about teenagers in Japan (and other countries) has this kind of phenomenal ‘sickness’ called Hikikomori. (Read here)

I’m afraid to admit, our teenagers are more and more becoming like that – naudzubillah. And so just now I found this article (nothing like Hikikomori, but a bit related to it). Something to ponder. Something for us to be aware of… Maybe all ‘warnet’ owner should do something with the main server (or whatever they call it) banned all bad sites and suchlike – if they have that kind of software whatsoever.

 

 

Antara Niat dan Amal

Tidak disangsikan lagi bahwa internet memiliki sisi-sisi manfaat disamping juga sisi mudharat di dalamnya. Begitu juga orang yang mengunjunginya, diantara mereka ada orang-orang saleh tapi ada pula pelaku maksiat, ada yang berakhlak mulia tapi ada juga berakhlak buruk, ada yang mencari laman-laman yang bermanfaat tapi juga ada yang mencari laman-laman maksiat, seperti situs-situs porno atau kemaksiatan lainnya.

Bukanlah perkara mudah bagi pengusaha atau pegawai warnet (warung internet) untuk membatasi para pengunjung dan pengguna internet. Namun demikian setiap pengusaha warnet diharuskan memperketat persyaratan para pengguna warnetnya agar dirinya tidak menjadi sarana terjadinya kemaksiatan yang dilarang Allah swt dalam firman-Nya :

 

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah [5] : 2)

 

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Said al Khudriy bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman.”

Demikian pula bagi seorang penjaga warnet meskipun tanggung jawab dalam perkara diatas tidaklah sama persis dengan pengusaha akan tetapi dirinya tetap diharuskan mencegah kemungkaran yang dilakukan oleh para pengguna warnet, misalnya : Menampal poster yang menunjukkan larangan membuka laman-laman porno, melarang para pengunjung yang akan menggunakan fasiliti internetnya untuk itu, menghentikan setiap pengguna yang kelihatan melakukan hal itu dan lain-lain.

Setelah usaha-usaha itu dilakukan namun setelah pemeriksaan ternyata masih ada saja para pengguna nakal maka diharuskan baginya menghapuskan laman-laman atau data video-video porno yang ada di komputer warnetnya agar tidak menular kepada orang lain tanpa harus melihat isinya dengan alasan apapun kerana hal itu diharamkan Allah swt, yaitu melihat aurat orang lain, sebagaimana firman-Nya :

 

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ

بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 30–31)

 

Hal yang perlu diyakini oleh setiap pengusaha dan penjagar warnet bahwa rezeki bukanlah dari para pengunjung yang datang ke warnetnya akan tetapi dari Allah swt. Carilah keberkahan dalam rezeki bukan semata-mata banyaknya rezeki saja.

 

Artikel asal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Days I Wrote..

December 2010
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: